Bikin Kejutan atau Tersingkir Secara Perlahan

diego-simeone-atletico-madrid

Dapatkan bonus referral 10% di agen99bet.bet

Agen Sbobet – Tuan ruman Atletico Madrid butuh mimimal dua gol tanpa kebobolan jika ingin lolos ke semifinal Copa del Rey musim ini. Tetapi bagi Diego Simeone, rupanya ambisi itu akan berjalan sulit mengingat lawan yang dihadapinya adalah Barcelona.

Usia sukses menyingkirkan rival sekotanya, Real Madrid di babak perdelapan final, kini upaya Atletico mengejar trofi ke-11 Copa del Rey bergantung pada laga kedua menghadapi Barcelona, Kamis (29/1/2015) dini hari WIB di Vicente Calderon.

Karna alih-alih ingin mengejar kemenangan, namun El Cholo, -julukan Simeone harus dibayang-bayangi rekor pertemuannya dengan raksasa Katalunya tersebut. Total dari 11 laga menghadapi Barca, Diego Simeone hanya bisa membawa Atletico meraih satu kemenangan saja.

Walau pada musim lalu, Simeone sukses membuat Atletico terhindar dari kekalahan atas Barca, tetapi hal tersebut tak bisa menggambarkan, apakah bisa membawa timnya melenggang ke semifinal atau tidak.

Ada satu kelebihan yang harus ditonjolkan Simeone adalah duet Fernando Torres-Antoine Griezmann. Duo yang memiliki kecepatan sehingga mampu menyingkirkan Real Madrid dengan agregat 4-2.

Bila dini hari nanti diturunkan, ini merupakan kesempatan keempat Torres-Griezmann diduetkan. Jika ditotal, maka pasangan ini telah mencetak 15 gol di seluruh kompetisi untuk Atletico. Fernando Torres memang hanya menyumbang dua gol saja, tetap iitu cukup membuat Madrid gagal mempertahankan Copa del Rey.

Bila Atletico ingin mengejar lebih dari satu gol, di satu sisi Barca hanya cukup mencetak hasil imbang. Namun entrenador Blaugrana enggan hanya menargetkan seri. Apalagi trisula Barca (Lionel Messi-Neymar Jr-Luis Suarez) sedang mengalami on fire.

Selain karena trisula, Barca juga punya keunggulan untuk mengakali antisipasi buruk yang terjadi di Vicente Calderon. Salah satunya gol cepat Atletico yang bisa membuat bangkit pasukan Simeone.

Dan belajar dari pengalaman Madrid. Saat gol-gol cepat diciptakan Torres di menit awal babak babak pertama, sehingga sukses membuat Madrid keteteran.

Ini berbeda dengan Madrid, Barcelonaa punya solusinya. Solusi ini sudah menjadi kebiasaan Barca. Bila ditilik dari statistik ternyata Barca paling lihai mencetak gol di menit-menit akhir. Sudah, 52 gol diciptakan anak-anak Katalunya pada babak kedua. Ini tentu bisa mengubur impian Atletico Madrid, yang awalnya mengejutkan bisa menjadi terbunuh secara perlahan.